CLICK HERE FOR BLOGGER TEMPLATES AND MYSPACE LAYOUTS »

Sabtu, 05 Mei 2012

the forgetten

cukup sekian terima kasih atas kehampaan ini..
cukup sudah aku selalu tersakiti oleh hal yang sama..
yang berulang, berulang, dan terus berulang..
hingga aku lelah untuk menghadapinya..


jika ini hanya permainan, tak usah kau katakan dari awal janji manismu..
lebih baik kau berikan saja aku pahitnya kata-kata..
sehingga tak lagi aku harus jatuh dalam mencinta..
biarkan saja dahulu diriku terkubur..
dalam gelap tanpa mengenal kembali arti cinta..
hati yang terkubur oleh timbunan debu pekat..
yang ku sebut dengan kebencian..
membusukan bibit cinta yang tertanam di hati ku..


biarkan musnah..
musnah..
dan musnah..
tanpa sisa, tanpa jejak..
layaknya angin yang berhembus menghapus jejak di padang pasir..
atau pula menghilangkan aroma yang sengganggu warna kehidupan..


dan ku ingin..
aku menjadi yang terlupakan bagimu..
dan kau pun..
menjadi yang terlupakan dalam ingatanku..


terlupakan..
dan hilang..
selamanya.

between us part 1

Menatapnya yang berdiri tepat di hadapan ku, tanpa bisa berkata-kata, diam dalam bisu, dan hanya bisa tesenyum pahit. Kami saling bertatap tanpa ada sepatah kata yang terucap dari bibir kami. Perasaan ku bergejolak, saling berpaut membentuk badai. Bola mata kami saling berpaut memandang satu sama lain, aku menatap ekspresinya, aku menatap wajah rupawannya, menatap bola matanya yang indah memantulkan bayangan ku di sana. Ia mengulurkan tangannya pada ku dengan kelembutan. Ku angkat tangan ku dan ku coba untuk menyambut uluran tangannya. Tetapi, belum sempat ku menyambut tangannya, aku bagai tertahan oleh sesuatu. Dan setetes cairan hangat mengalir di pipi ku.